Sabtu, 25 Januari 2014

Bukan Untuk Ku

Semoga Kau Bahagia wahai “Masa Mudaku”





Patah-Hati
Hidup itu susah, hidup itu dusta, hidup cuma panggung sandiwara, hidup itu penderitaan, hidup tidak adil, dan yang lainnya tentang betapa sialnya hidup ini. . . . dan itulah yang saya dan teman2 sering katakan tentang hidup ini. apa sih sebenarnya tujuan kita hidup? kenapa Tuhan “menghidupkan” kita dengan keadaan serumit ini??? hal itulah yang sering saya rasakan, seringkali tuhan “memberiku” setelah kemudian aku nyaman dengan pemberiannya, tiba2 ia mengambilnya dengan tiba2. . . seringkali Tuhan memberikan aku harapan, dan kemudian aku tidak mampu mencapainya. . .
tidak lama ini aku mengalami depresi berat ketika aku kehilangan seorang yang aku cintai,, sebut saja

Mawar-Melati-semuanya-indah, saat itu pertama kali aku merasakan keyakinan akan cinta yang aku jalani, aku merasa orang tersebut adalah tujuan hidupku, satu-satunya wanita yang kelak akan menjadi istriku,, saat aku dengannya, beribu janji telah kami nyatakan berdua untuk saling setia, saling percaya, saling menanti untuk nanti 8 tahun lagi kita menikah. . . . mungkin terdengar berlebihan dan impian yang kekanak-kanakan sekali. . . tapi dari itulah aku mulai merubah pandangan hidupku, merubah cita-citaku, agar aku dapat membahagiakannya dan membuat orang tuanya bangga. aku lakukan segalanya untuk mengejar semua itu,, dan saat SNMPTN akhirnya aku gagal masuk Kedokteran, dan aku ingat kata2 dia saat itu “gak apa2, pean gak jadi dokter gak masalah, kuliah aja yang lainnya, aku pasti tetap akan sayang n cinta sama pean seperti apapun pean nantinya” saat itu aku bahagia sekali karena ada penerimaan darinya akan keadaanku saat itu. . . . akhirnya aku kuliah di Fakultas Psikologi UMM dan menjalani hari2ku disana. . . .

Setiap hari di Malang aku jalani dengan selalu merindukan dia dan memikirkan dia, dan aku sadar, sifat cerewetku mulai meningkat seiring aku jauh dengan dia. . .aku sangat cerewet sekali, sampai2 aku gak tau kenapa itu bisa terjadi, yang aku tau aku takut sekali kehilangan dia, aku takut ada apa2 dengannya. . . . mungkin karna sifatku yang seperti itulah sehingga sedikit demi sedikit ia kehilangan rasa cintanya padaku dan akhirnya memutuskan untuk pergi meninggalkan aku. . . dan aku sangat tidak percaya bahwa alasan ia meninggalkanku adalah karena aku adalah “beban” untukknya, dan karena itu ia tidak bisa lagi mencintaiku. . .

Aku terdiam saat ia menyampaikan itu saat aku menelponnya,, lalu aku bertanya, pertanyaan yang mungkin relatif sama yang di tanyakan oleh orang2 yang di putuskan oleh pacarnya, yaitu “Terus gimana janjimu sayang? janji yang gak akan ninggalin aku dan janji yang akan selalu mencintaiku apa adanya. . .” dan jawabannya selalu sama “maaf aku sudah gak bisa”. . . .

Saat itu aku hanya bisa memegang erat dadaku yang tiba2 sesak, air mataku mengalir deras, aku tidak bisa berbicara sepatah katapun,, aku benturkan kepalaku berharap ini semua hanya mimpi dan aku ingin lekas terbangun. . . dan ternyata ini adalah kenyataan, sebuah kenyataan yang tak pernak aku pikirkan dan tak mau aku pikirkan. . . .

Lalu seakan-akan. . . waktuku, usahaku, dan pengorbananku tidak ada gunanya,, mimpiku terbuang sia-sia. . . andaikan ia tahu, aku sangat mencintainya, aku sangat menghargainya, dan aku sangat mengidolakannya. . . aku malu,, ya aku malu pada diriku, pada teman2ku, pada guru2ku, dan pada orang tuaku yang selama ini telah mendukung hubunganku dengannya yang mereka bilang aku serasih dengannya. . . .

Sayang,, kalau tahu akan seperti ini, seharusnya dulu kamu tidak perlu mencintai aku, tidak perlu berjanji akan selalu denganku,, tapi aku bersyukur, karena selama ini aku bisa mengenalmu, menemanimu, menjagamu, dan mencintai kamu,, meskipun sekarang kamu tidak mencintaiku, . . . aku akan selalu mendoakanmu, agar kelak kamu bahagia dengan lelaki yang menjadi suamimu,, terimakasih telah menemani aku, wahai “masa remajaku”. . . .
“Saat orang yang kita cintai pergi meninggalkan kita, dan kita tidak bisa lagi menjaganya, maka doakanlah dia dari lubuk hati yang terdalam. . . mungkin sakit, tapi dari dialah kita dapat lebih dewasa dalam menjalani hidup yang keras ini. . . . “

Jumat, 27 September 2013

Cinta yang terbagi



Cinta Yang Terbagi
Semua awalnya sejak hari minggu sore ketika dia sedang mengobrol dengan teman sekelasnya di rumah temannya dan saat itu saya keluar untuk melihat sedang apa dia tau nya lagi ngobrolin mantan dia waktu SMP, saya ingin melihat handphone nya tetapi dia engga kasih dan saya memaksanya dengan paksa saya meminta handphone nya tapi dia engga ngasih juga, tetapi dia engga ngaasih juga ya sudah saya dia aja sampai akhirnya pulang saya mulai ngobrol dengan nya.

Ke esokan harinya saya menanyakan “kenapa kemarin aku mau liat ga di kasi ?” dia jawab “ya aku ga mau kamu tau.”. akhirnya saya mulai marah nanya-nanya sampai marah tetap aja engga ngasih ya sudah saya memutuskan “itu sms kk yg terakhir ya.” dia jawab “iya-iya aku kasih tau, aku cemburu sama mantan aku yg foto ber2 sama cowonya” di dalam hati saya “ya allah padahal dia punya pacar tetapi masih aja cemburu dengan mantanya waktu SMP.”, dan saya ga bales sms itu dia ga sms juga.

Ke esokan harinya saya mengira dia tuh berubah derastis banget, selama itu terjadi hubungan kita ga baik hampir marah marah terus selama 5 hari berturut-turut, saya rasa kayanya dia udah memiliki yang membahagiakan dia dan menyenangkan buat dia, selama itu juga saya sudah mulai sakit dan ngebatin hati ini, tetapi masih saya pertahannkan hubungan ini sampai saat ini.

Setelah saya tanya “kamu tuh berubah derastis banget si kenapa si ?” dia jawab “iya aku emang ngerasa berubah banget, engga tau perasaan aku kayanya berubah banget ka” saya jawab “kenapa berubah ? ada yang baru ha ?” dia jawab pertama-tama si bilang “engga ko ka aku ga ada yang baru.” saya pun memaksa untuk jujur dan akhhirnya dia jujur dengan ku “dia sudah ada yang mengungkapkan perasaanya kepada dia. Dan akhirnya dia menanggapin perasaan cowo itu dan cowo itu sangat perhatian dan sayang sama dia, dalam hati gw acur kayanya nyesek banget ini perasaan. Gw tanya “kamu pilih cowo itu atau kk ?” dan dia menjawab “ aku bingung dengan perasaan aku ka” saya jawab “ywdh lah kk ga bisa ngomong apa-apa lagi”.

Saat malam hari tiba saya merasa sakit banget ni hati dan ngebatin banget ga bisa nahan rasa sakit ini dan saya melakukan hal bodoh dengan memtong saya dengan pisau kater, saya melakukan itu agar menghilangkan rasa sakit itu dan saya potong lah tangan saya darah pun mengalir begituh aja dan menetes di lantai. Saya harap dia berubah tetapi hemmm ga berubah juga sampai ulu hati kambuh dia pun tetep masih bingung dengan perasaan dia, saya pun untuk dia sajasampai saat ini. Ini lah foto potongan tangan saya.



Kamis, 14 Maret 2013

Cinta Pandangan Pertama

"Awalnya memiliki rasa"
"kedua suka memandangi dia sampai jatuh cinta"
"tetapi semua itu perlu korban"
"aku hanya bisa memandanginya saja tak bisa mengungkapinya"
"ku mulai berani untuk meminta nomer kepada temanya"
"setelah ku dapat nomernya"
"engga begituh mudah kenlannya"
"tetapi semua itu berlalu"
"ku mulai kenalan panjang lerbar"
"sampai timbullah rasa suka dan cinta denganya"
"tapi entah lah dia merasakan apa yang aku rasa"
"...ternyata perkiraan ku salah..."
"dan hapuslah pupuslah sudah harapan ku saat mendengar"
"...Maaf ya de gw ga bisa..."
"dan dari kata-kat itu aku berfikir ya sudah lah"
"mungkin aja dia ga mau sama aku dan sudah memiliki seorang kekasih"
"dan rasanya aku untuk BREAK dulu sejenak"

BREAK


Selasa, 29 Januari 2013

Cinta

Cinta itu kaya air yang mengalir dia selalu mengalir ke tempat yang menampung air itu,
begituh juga dengan hati seseorang yang mencari tempat untuk menampung kasih sayang atau cinta kepada seseorang...

Kamis, 24 Januari 2013


HIDUP GW 

Aku tuh bagaikan angin yang lewat saja,..
di mata kamu tuh aku hanya lah angin yang lewat saja,..
tidak seperti huruf-huruf yang berada di buku,..
yang selalu di lihat dan teringat di pikiran mu,...

Cinta itu pada hal indah loh ?
Tetapi dia hanya bisa mengecewakan aku saja, dan tak menganggap ku ada sebagai pacarnya.

Hati itu seperti air yang mengalir,..            
air itu mengalir terus-terus mengalir,..
sampai menemukan waduk atu penampung air itu,..
begituh juga dengan Hati,..
dia akan selalu mencari penampung Hati yang cocok,..

Mengapa hidup aku ada di sini si ?
aku selalu orang yang tersingkirakan dan tak berguna di sini,..
setiap hari ku selalu di marahi oleh orang tua,..
oke silakan kalian memarahi aku,..
tetapi aku jadi robot baru lah marahi sesuka hati mu,..
Aku tuh masih punya hati dan tidak seperti robot yang tidak memiliki hati

Aku  Υαng Tersakiti  

Sering ku bertanya-tanya   dalam hati Teganya dirimu meninggalkan pergi Apakah salahku hingga kau begini Sakitnya hatiku oh sakit sekali Bisakah dirimu untuk menghargai Ketulusan cinta yang telah ku beri Cinta ini suci lahir dari hati Tapi teganya kau meninggalku pergi

Di saat ku mengharapkan dirimu Tanpa salah kau khianati cintaku Begitu besarnya kasih dan sayangku Kau tinggalkan aku, kejamnya dirimu
Pasti suatu saat nanti kau alami Pedih dan sakitnya ditinggalkan pergi Jika semua itu sudah kau alami Masihkah dirimu berbuat begini

Bisakah dirimu untuk menghargai Ketulusan cinta yang telah ku beri Cinta ini suci lahir dari hati Tapi teganya kau meninggalku pergi
Janji-janji tak pernah kau tepati Bilang sayang namun tak ada bukti Ini bukanlah yang pertama kali Aku kau sakiti, kau ingkari janji wooo

Di saat ku mengharapkan dirimu Tanpa salah kau khianati cintaku Begitu besarnya kasih dan sayangku Kau tinggalkan aku, kejamnya dirimu
Pasti suatu saat nanti kau alami Pedih dan sakitnya ditinggalkan pergi 
Jika semua itu sudah kau alami Masihkah dirimu berbuat begini


ku sayang kamu namun ku pendam

ketika hidupku tak berarti lagi untukmu
di saat diriku butuhkan belai kasihmu
kini semua harapanku yang tlah sirna
tinggallah bayangan saat engkau menutup mata

kini semua tinggal kenangan
hanya bulan dan bintang menemani malam
tinggallah kini sebuah harapan
yang tak akan mungkin datang

ketika semuanya harus berakhir
terkubur bersama bayangan kasihmu
hancurlah sudah seberkas harapan
terkubur bersama bayangan kasihmu